[Review] Train to Busan present Peninsula : Sekuel yang mengecewakan

 


Kecewa banget gw ama film ini. Padahal gw udah nunggu-nunggu sekuel film fenomenal ini. Begitu nonton 15 menit udah pengen gw getok sutradara ama scriptwriternya. Banyak hal di film ini yang ga bisa diterima logika gw. Ya klo dipikir-pikir sebenernya Train To Busan yang pertama juga ada beberapa hal yang melenceng dari logika. Tapi tolong deh, Pak Sutradara dan Scriptwriter, walaupun genre film kalian fantasy/sci-fi tapi yang nonton itu punya otak bisa mikir pake logika. Kalau kalian bikin film semena-mena gak pake logika berarti kalian meremehkan kecerdasan penonton kalian.

Makanya gak heran rating film ini terjun bebas. Kalo gw sih bakal kasih rating 5 dari 10. Ceritanya mengambil setting 4 tahun setelah Train to Busan. Korea Selatan diisolasi gara-gara virus zombie dan banyak orang Korsel yang mengungsi ke Hong Kong. Seorang cowo korea yang berhasil mengungsi ke Hong Kong terlibat ama mafia gitu lah. Dia ditawari untuk mengambil truk muatan emas/uang yang terdampar di Korsel. Selanjutnya ya lo bisa liat di trailernya, gimana cowo itu dan kawan-kawannya dikejar-kejar zombie.

Opening film ini aja udh bikin gw geleng-geleng kepala. Setelah virus zombie merebak, seorang tentara menyelamatkan keluarganya (kakak cowonya beserta istri dan anaknya) dan berhasil memasukkan keluarganya ke daftar pengungsi yang akan dikirim ke Jepang dengan kapal. Tapi di tengah perjalanan, ternyata ada penumpang kapal yang terinfeksi virus zombie termasuk keluarga tentara itu dan kapal pun dialihkan ke Hong Kong. Adegannya banyak yang bikin gw gemes, niatnya mau jumpscare tapi gagal. Trus ada beberapa adegan yang ga masuk akal, terlalu didramatisir kayak sinetron.

Baru opening aja gw udh underestimate ama film ini. Gw masih lanjut nonton film ini dengan harapan makin ke belakang ceritanya makin beres. Tapi akhirnya gw nyerah sampe pertengahan film dan gw skip ampe tamat. Jadi jangan berharap film ini bakal sebagus Train to Busan, lo bakal kecewa kayak gw.

Menurut gw cerita film ini terlalu simpel, ga ada gregetnya. Pemeran utamanya karakternya cenderung flat dan gak menarik. Scriptwriternya gagal bikin tokoh utamanya jadi keren, malah orang lebih cenderung suka dengan tokoh pendukungnya. Gw ga terlalu hapal aktor korea, tapi gw ga terlalu sreg ama akting aktor pemeran tokoh utamanya. Film ini mayoritas pake visual effect. Gw jd mikir jangan-jangan duitnya habis buat biaya editing makanya anggaran yang lain jadi dipangkas. Adegan jumpscare-nya terlalu cringey. Misalnya: ketika pemeran utama di kapal, dia ngelewatin pintu yang kebuka. Secara logika, harusnya kan dia periksa dulu ruangan pintu yang kebuka itu ada zombienya ato gak. Tapi dia malah tenang aja ngelewatin pintu itu dan gak lama kemudian zombie muncul dari ruangan itu. Ga ada cara lain yang lebih kreatif???